PALEMBANG Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SMK Negeri 4 Palembang kembali menyeruak ke ruang publik. Kepala sekolah berinisial Rusmin diduga tak hanya terlibat dalam pungli, tetapi juga mencoba “mengamankan” persoalan tersebut dengan pendekatan uang kepada wartawan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, nama Rusmin mencuat saat Tim7 Media partner meminta keterangan informasi kepada Kepala Bidang (Kabid) SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan saat ditemui langsung di ruang kerjanya selasa siang.
Dalam pertemuan tersebut kabid SMK Diknas Provinsi langsung menelpon kepsek SMKN 4 Palembang, dalama percakapan Kabid SMK mengonfirmasi adanya pengakuan dari kepala sekolah yang mengatakan bahwa persoalan pungli telah “diselesaikan” dengan oknum wartawan berinisial I dan dinilai sudah aman.
Namun klaim tersebut langsung membuat Tim7 media partner justru mengaku terkejut kok bisa semuanya diselesaikan dengan uang untuk menghentikan pemberitaan.
Dalam percakapan via telpon kepala sekolah sempat melontarkan pertanyaan “kiro kiro ‘di-enjuk berapo sikok uwong’ (diberi berapa per orang) ujar kepala sekolah tersebut”, sontak satu ruangan terkejut,
Menurut Tim7, dugaan upaya menyuap wartawan ini menambah panjang daftar persoalan di SMKN 4 Palembang. Mereka menilai, jika benar semua persoalan bisa diselesaikan dengan uang tanpa sanksi tegas, maka wibawa hukum dan dunia pendidikan di Sumatera Selatan berada di ujung tanduk.
“Kalau praktik pungli dan dugaan suap seperti ini dibiarkan, ke mana arah penegakan aturan? Dunia pendidikan seharusnya menjadi contoh moral, bukan ladang transaksional,” tegas Tim7
