“Napi 29 Tahun Tewas Penuh Luka di Lapas Serong, Massa Siap Kepung Kanwil Kemenkumham!”

“Napi 29 Tahun Tewas Penuh Luka di Lapas Serong, Massa Siap Kepung Kanwil Kemenkumham!”

Spread the love

PALEMBANG – Aroma busuk dugaan kekerasan kembali menyeruak dari balik jeruji besi. Sandi (29), warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIB Serong, Banyuasin, harus mengakhiri masa hukumannya di dalam keranda mayat. Kematian tragis warga Talang Betutu ini memicu kemarahan publik setelah keluarga menemukan sekujur tubuh korban dipenuhi luka memar yang tak masuk akal, Selasa (10/3/2026).

Kejanggalan di Balik Tembok Penjara

Pihak Lapas sempat berkilah bahwa Sandi tewas akibat “terjatuh di kamar mandi”. Namun, kesaksian dari dalam sel membisikkan cerita berbeda yang jauh lebih kelam. Rekan sekamar korban mengungkap bahwa sekitar pukul 17.30 WIB, Sandi dipanggil keluar oleh petugas Lapas. Sejak saat itu, ia tak pernah kembali dengan kaki sendiri.

“Siangnya dia masih menelepon, sehat walafiat. Tahu-tahu malam kami dikabari teman sekamarnya dia sudah di rumah sakit, bukan dikabari pihak Lapas,” ungkap Arifin (55), ayah korban, dengan nada getir saat menunggu hasil visum di RS Bhayangkara Moh Hasan, Rabu (11/3/2026).

Luka memar di telinga, wajah yang hancur di bagian hidung, hingga bekas benturan di tangan dan kaki seolah menjadi saksi bisu bahwa ada “tangan dingin” yang bekerja sebelum nyawa Sandi melayang.

Gelombang Perlawanan: “Copot Kalapas!”

Tragedi ini memicu reaksi keras dari Gabungan Pemuda Peduli Sumsel. Mereka menilai kematian Sandi bukan sekadar musibah, melainkan kegagalan sistem pengawasan dan dugaan tindakan represif oknum petugas.

“Kami tidak akan tinggal diam! Lapas seharusnya membina, bukan memulangkan mayat penuh luka,” tegas perwakilan kelompok tersebut.

Dalam waktu dekat, aksi massa besar-besaran akan mengepung Kantor Wilayah Kemenkumham Sumsel di Jalan Jenderal Sudirman. Tuntutan mereka tegas dan tanpa kompromi:

Copot Kalapas Narkotika Kelas IIB Serong sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan struktural.

Pecat dan Adili oknum petugas yang diduga terlibat penganiayaan hingga mengakibatkan hilangnya nyawa.

Bersihkan Lapas dari praktik kekerasan dan kelalaian pengawasan yang sistematis.

Kini, bola panas berada di tangan Polsek Talang Kelapa dan Kemenkumham Sumsel. Akankah keadilan ditegakkan, ataukah kematian Sandi hanya akan menjadi angka dalam daftar panjang “kecelakaan” misterius di balik jeruji besi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *