Gudang BBM Ilegal Jalur Air Tak Tersentuh, Publik Soroti Kinerja Polres Ogan Ilir Ikut Nikmati Hasil

Gudang BBM Ilegal Jalur Air Tak Tersentuh, Publik Soroti Kinerja Polres Ogan Ilir Ikut Nikmati Hasil

Spread the love

OGAN ILIR – Dugaan praktik penimbunan dan distribusi BBM ilegal melalui jalur sungai di Kabupaten Ogan Ilir kian menjadi sorotan publik. Modus yang memanfaatkan akses perairan ini dinilai bukan lagi sekadar upaya mengelabui hukum, melainkan indikasi lemahnya pengawasan aparat di tingkat Polsek.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat menyebutkan, sebuah gudang BBM ilegal berkapasitas besar diduga milik Randa, beroperasi aktif di jalur air dan menjadi titik distribusi ke berbagai wilayah. Aktivitas tersebut disebut berlangsung rutin dan dalam waktu lama, namun hingga kini terkesan aman dan tak tersentuh penindakan.
Fakta ini memunculkan pertanyaan serius:
ke mana fungsi patroli dan pengawasan Polsek yang wilayah hukumnya mencakup jalur sungai tersebut?
Sebab, mustahil aktivitas bongkar muat BBM skala besar di perairan berlangsung tanpa tercium aparat jika pengawasan benar-benar berjalan.
Masyarakat menilai, bila gudang BBM ilegal di jalur air bisa beroperasi bebas, maka patut diduga adanya pembiaran, kelalaian, atau lemahnya komitmen penegakan hukum di level Polsek. Kondisi ini berpotensi mencoreng institusi kepolisian dan memperkuat stigma bahwa mafia BBM masih leluasa bermain di wilayah perairan Ogan Ilir.
Harapan kini diarahkan kepada Kapolres Ogan ilir untuk tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung mengevaluasi kinerja Polsek di lapangan. Penindakan tegas dan terbuka dinilai penting agar publik tidak terus bertanya-tanya siapa yang sebenarnya dilindungi.
“Kalau aktivitas sebesar ini dibiarkan, kerugian negara sangat besar. Kami menunggu keberanian aparat, terutama Polsek setempat, untuk menghentikan dan menutup permanen gudang BBM ilegal di jalur sungai itu,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Polsek maupun Polres Ogan Ilir, sehingga publik masih menunggu langkah konkret:
apakah hukum akan benar-benar ditegakkan, atau gudang BBM ilegal di jalur air tetap dibiarkan aman di bawah pengawasan aparat terdekat?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *