MUSI BANYUASIN Skandal perusakan hutan kawasan di Kecamatan Tungkal Jaya kini memasuki titik paling genting.
Praktik illegal drilling yang merajalela diduga kuat telah menjelma menjadi jaringan kejahatan terorganisir melibatkan perusahaan pemegang izin, serta dibekingi oknum Ormas “Y”.
Kawasan hutan yang seharusnya menjadi penyangga kehidupan kini berubah menjadi kubangan lumpur minyak. Kerusakan ekologis kian parah, ancaman kebakaran mengintai, dan negara terus dirugikan. Dugaan adanya aliran “upeti haram” hingga 45 persen dari sewa lahan dan fee angkutan minyak ilegal mempertegas adanya skema besar yang sistematis dan mengakar.
GPP SUMSEL: “INI PERAMPOKAN TERSTRUKTUR!”
Sekretaris Jenderal Gabungan Pemuda Peduli (GPP) Sumsel menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan keterlibatan oknum Ormas “Y” dalam membekingi aktivitas ilegal tersebut.
“Ini bukan lagi pelanggaran biasa, ini adalah perampokan sumber daya alam yang dilakukan secara terang-terangan. Oknum Ormas ‘Y’ diduga menjadi tameng bagi aktivitas ilegal dan bertindak seolah kebal hukum. Kami mendesak aparat segera menangkap pihak-pihak yang terlibat tanpa pandang bulu!”
KETUA GPP: PT AGRINAS HARUS BERTANGGUNG JAWAB!
Ketua GPP Sumsel, M. Khaliq, menegaskan bahwa PT Agrinas tidak bisa lepas tangan atas kondisi di lapangan. Ia menilai telah terjadi penyimpangan serius dari izin yang diberikan.
“Fakta di lapangan jelas. Kawasan izin yang seharusnya untuk perkebunan justru dijadikan lokasi pengeboran ilegal. Ini pelanggaran berat.
Kami mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera mencabut izin PT Agrinas sebagai bentuk penegakan hukum yang tegas!”
SOROTAN UNTUK APARAT: DIAM ATAU BERTINDAK?
GPP Sumsel juga menyoroti lambannya respons aparat penegak hukum di wilayah Tungkal Jaya. Minimnya tindakan dinilai memicu kecurigaan publik.
“Rakyat tidak butuh himbauan, rakyat butuh tindakan nyata. Jika aktivitas ini terus berjalan, wajar jika muncul dugaan adanya pembiaran. Aparat harus membuktikan keberpihakannya pada hukum, bukan pada kepentingan tertentu!”
ULTIMATUM: AKSI BESAR SIAP DIGELAR
Sebagai bentuk keseriusan, GPP Sumsel mengeluarkan ultimatum terbuka:
Segera tangkap aktor utama di balik illegal drilling
Hentikan total seluruh aktivitas ilegal di kawasan hutan
Cabut izin PT Agrinas tanpa kompromi
Jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, GPP memastikan akan menggelar aksi massa besar-besaran.
“Hutan Muba adalah milik rakyat, bukan ladang keuntungan bagi mafia. Jika hukum tidak ditegakkan, maka suara rakyat akan turun langsung ke jalan
