Jalan Nasional Kimarogan Jalan Maut! Berlobang Puluhan Lampu Redup Dinas Terkait Diminta Tanggung Jawab.!

Jalan Nasional Kimarogan Jalan Maut! Berlobang Puluhan Lampu Redup Dinas Terkait Diminta Tanggung Jawab.!

Spread the love

PALEMBANG – Ironi dan memalukan! Status jalan nasional yang dimiliki Jalan Kimarogan, Kertapati, nyatanya tidak sebanding dengan kondisinya yang kini semakin memprihatinkan dan berbahaya. Ruas jalan yang seharusnya menjadi kewenangan pusat ini kini berubah menjadi “perangkap maut” bagi pengguna jalan, penuh dengan lubang-lubang raksasa yang menganga lebar dan tidak terawat.

Kondisi memprihatinkan ini semakin berbahaya saat malam hari tiba. Lubang-lubang yang banyak dan dalam itu sama sekali tidak terlihat jelas oleh mata pengendara. Belum lagi ditambah dengan kondisi Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di sepanjang jalan tersebut yang cahayanya semakin lama semakin memudar, bahkan hampir tidak menyala. Jalan yang gelap gulita ditambah permukaan jalan yang rusak parah, menjadi resep sempurna terjadinya kecelakaan fatal.

“Yang kami khawatirkan, pengendara motor yang melaju kencang dari arah kanan, kalau masuk ke lubang itu bisa dipastikan langsung terpental! Nasibnya bisa celaka parah,” ungkap Mang Gani, pedagang martabak yang setiap malam berjualan tepat di pinggir jalan tersebut, dengan nada geram.

Mang Gani menegaskan, kondisi ini sudah dibiarkan terlalu lama. Lubang-lubang tersebut kian hari kian membesar dan semakin dalam. Ia merasa sangat resah karena posisi lubang yang paling parah berada tepat di depan tempat ia berjualan.

“Kalau sampai ada yang jatuh dan terjadi kecelakaan, sudah pasti saya yang ditanya orang-orang. Padahal ini bukan tanggung jawab saya, tapi tanggung jawab mereka yang punya wewenang! Kalau dibiarkan saja seperti ini, bukan tidak mungkin jalan ini akan memakan korban jiwa,” tegasnya. Senin (20/04).

Lubang yang semakin membesar tanpa adanya perbaikan sama sekali menunjukkan ketidakpedulian yang sangat menyakitkan. Warga dan pengguna jalan merasa diperlakukan semena-mena oleh pengelola jalan.

Oleh karena itu, sorotan tajam kini ditujukan langsung kepada Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, dan khususnya kepada Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Sumatera Selatan (BBPJN Sumsel).

Dimana tanggung jawab kalian? Jalan nasional dibiarkan rusak parah seperti jalan mati. Warga menuntut agar instansi terkait segera turun tangan dan menindaklanjuti permasalahan ini SEKARANG JUGA! Jangan menunggu ada nyawa melayang atau korban berjatuhan baru kalian bergerak. Perbaiki segera jalan ini dan ganti lampu-lampu yang mati, sebelum rakyat semakin menjadi korban dari kelalaian ini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *