PALEMBANG – Harapan warga RT 45 RW 09, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, untuk mendapatkan solusi atas kerusakan parah saluran air atau got yang sudah bertahun-tahun dikeluhkan, seolah hanya menjadi angan-angan kosong. Padahal, tepat pada tanggal 07 Juni 2026 lalu, pihak dinas terkait sudah turun langsung ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan masyarakat. Namun, hasilnya sangat memprihatinkan, menuai kekecewaan mendalam, bahkan memicu kritik pedas dari warga.
Alih-alih memperbaiki kerusakan yang ada, kondisi di lapangan justru tidak berubah sama sekali, malah terlihat jauh lebih parah dari sebelumnya. Terlihat jelas di lokasi, luapan air dari saluran got tersebut kini semakin meluas dan merambah lebih panjang ke jalan serta pekarangan warga, menyebabkan genangan yang semakin luas dan kotor.
Pekerjaan yang dilakukan pun dinilai sangat asal-asalan dan tidak beres. Tutup got yang semula masih ada, dibongkar dan kemudian dibiarkan begitu saja menumpuk tidak jauh dari lokasi pengerjaan, tidak dipasang kembali maupun diganti baru. Yang paling membuat warga geram dan khawatir, saluran got yang sudah dibongkar itu kini dibiarkan terbuka lebar tanpa penutup sama sekali, seolah-olah lubang besar tersebut tidak memiliki risiko bahaya bagi siapa saja yang melintas.Kondisi memprihatinkan ini membuat warga meluapkan kemarahan dan kekhawatirannya, pada Selasa (09/06/2026).
Warga menilai tindakan yang dilakukan tersebut sama sekali tidak menyelesaikan masalah, malah menimbulkan bahaya baru.
“Cak inilah apo gawean ini? Lihatlah lobang got tu, dalamnya sampai semeteran lebih. Di sini kan banyak budak kecik (anak-anak). Kalu budak kecik sedang maen di sekitar situ terus tak sengaja masuk atau jatuh ke dalam lobang got yang dalam dan terbuka itu, nyawo budak pacak terancam,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal dan khawatir.
Warga mempertanyakan kualitas kerja dan tanggung jawab petugas yang turun ke lapangan. Masalah yang sudah bertahun-tahun tidak selesai, kini justru bertambah masalah baru berupa lubang menganga yang sangat berisiko tinggi, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di lingkungan sekitar.
Masyarakat menilai penanganan ini hanya sekadar formalitas atau “gaya-gayaan” saja, sekadar terlihat bekerja padahal hasilnya nol besar dan merugikan warga. Publik kini menuntut penjelasan sekaligus tindakan nyata dan perbaikan total yang serius. Jangan sampai ada musibah atau kecelakaan yang menimpa anak-anak warga akibat kelalaian dan pekerjaan yang tidak tuntas ini.
Warga berharap ada pihak yang bertanggung jawab datang kembali, membereskan dan menyelesaikan perbaikan got tersebut sampai benar-benar tuntas, aman, dan bermanfaat seperti yang seharusnya.
