PALEMBANG – Praktik perjudian sabung ayam berskala besar di kawasan Jalan Kena Raya, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Palembang, diduga kian tak tersentuh hukum. Arena judi yang beroperasi rutin setiap akhir pekan ini disebut-sebut mendapat perlindungan dari oknum aparat, sehingga aktivitas ilegal tersebut berjalan terbuka tanpa rasa takut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi perjudian sengaja disamarkan di area hutan dengan akses masuk melalui jalur samping Gardu PLN. Meski tersembunyi, suasana di dalam arena justru sangat ramai. Sorak-sorai penonton dan suara ayam aduan terdengar jelas, menandakan aktivitas perjudian berlangsung secara terang-terangan.
“Ramai sekali, seperti tidak ada ketakutan sama sekali terhadap aparat,” ungkap seorang warga sekitar yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan, Jumat (17/1/2026).
Omzet Fantastis dan Dugaan Keterlibatan Oknum Aparat
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa sirkuit judi sabung ayam ini bukan arena kecil-kecilan. Dalam sekali operasi, omzet yang berputar diduga mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Ironisnya, keamanan lokasi disebut-sebut dijaga ketat oleh oknum berseragam. Dugaan kuat mengarah pada keterlibatan oknum Polisi Militer Angkatan Udara (PM AU) dan Intel Kodam. Bahkan, nama seorang oknum PM AU berinisial Sgt mencuat dan diduga berperan sebagai “tameng” keamanan di lokasi, dengan sokongan oknum lain yang diduga berasal dari unsur intelijen.
Keberadaan mereka disinyalir bertujuan memastikan bisnis haram tersebut berjalan mulus tanpa gangguan dari aparat penegak hukum lainnya.
Ancaman Serius bagi Supremasi Hukum
Aktivis hukum dan organisasi masyarakat sipil menilai praktik ini sebagai ancaman serius bagi penegakan hukum di Sumatera Selatan. Selain merusak moral dan ekonomi masyarakat, pembiaran perjudian yang diduga dibekingi aparat dapat menciptakan preseden buruk dan menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara.
“Jika benar ada oknum aparat yang melindungi perjudian, ini adalah pengkhianatan terhadap institusi. Jangan sampai seragam negara digunakan untuk melindungi penyakit masyarakat,” tegas seorang aktivis hukum di Palembang.
Desakan Investigasi Independen
Publik kini menanti langkah tegas Kapolda Sumatera Selatan dan Pangdam II/Sriwijaya untuk turun tangan secara langsung. Masyarakat mendesak dilakukan investigasi independen dan transparan guna membongkar dugaan keterlibatan oknum aparat, serta menutup total arena perjudian tersebut tanpa pandang bulu.
Pertanyaan besar pun menggantung di ruang publik: apakah hukum masih berlaku sama bagi semua, atau justru luluh ketika berhadapan dengan “bekingan” oknum berseragam?
Tim7
