Hanya Karena COD Rp71 Ribu, Perwira Polisi Terbukti Aniaya Rakyat Kecil”

Hanya Karena COD Rp71 Ribu, Perwira Polisi Terbukti Aniaya Rakyat Kecil”

Spread the love

PALEMBANG – Kedok “Arogansi Melati Satu” akhirnya runtuh. Tabir gelap kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Kompol Amin Hanafi, SH, terhadap seorang kurir J&T hanya karena tagihan COD senilai Rp71 ribu, kini menemui titik terang yang menyengat. Berdasarkan hasil penyelidikan resmi Bidpropam Polda Sumsel, sang perwira menengah tersebut dinyatakan TERBUKTI melakukan pelanggaran.

Bukan Sekadar Dugaan, Tapi Fakta Pahit!

Setelah publik dihentak oleh aksi premanisme oknum polisi yang menjenggut, memukul, hingga mengancam “menghabisi” nyawa kurir kecil yang sedang mencari nafkah, Bidpropam Polda Sumsel bergerak cepat. Melalui Surat Perintah Kabidpropam Nomor: Sprin/231/II/HUK.6.6/2026, drama “Aksi Koboi” di balik seragam ini dikuliti habis.

Hasilnya memuakkan sekaligus melegakan: Dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Propam (SP2HP2) nomor B/135/III/IPP 3.1.19./2025/Bidpropam, tim Subbidpaminal tegas menyatakan bahwa dugaan pelanggaran kode etik dan tindakan penganiayaan oleh Kompol Amin Hanafi adalah BENAR dan TERBUKTI.

Pangkat Bukan Perisai, Hukum Mulai Menggigit

Uang 71 ribu rupiah yang seharusnya dibayar dengan martabat, justru dibayar Kompol Amin Hanafi dengan ancaman karier yang kini di ujung tanduk. Laporan korban kini resmi dilimpahkan ke Subbidwabprof Bidpropam Polda Sumsel untuk proses penegakan kode etik profesi lebih lanjut.

Publik kini menaruh sorotan tajam pada Kapolda Sumsel. Status “Terbukti” ini menjadi ujian krusial: Apakah institusi Polri berani membuang “benalu” yang merusak citra Korps Bhayangkara, ataukah hukuman hanya akan menjadi formalitas belaka?

Keadilan Bagi Si Kecil

Kurir J&T yang menjadi korban bukan sekadar mengantar paket; ia adalah simbol rakyat kecil yang seringkali menjadi sasaran arogansi kekuasaan. Dengan keluarnya hasil pemeriksaan ini, tidak ada lagi ruang bagi Kompol Amin Hanafi untuk berkelit.

“Kau kalau ketemu aku sekali lagi ngantar paket sini, habis kau ku buat!”ancaman maut sang Kompol kini berbalik menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Rakyat menolak lupa, dan keadilan untuk kurir ini harus tuntas tanpa tebang pilih!(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *